Kamis, 10 September 2009

Repetitive


Sistem manufaktur ini mempunyai karakteristik seperti :

Route produksi yang tetap.

Volume produksi yang tetap.

Volume produksi yang besar dengan jumlah lot yang berbeda-beda.

Permintaan dari produk tetap.

Perputaran produk cepat.

Mesin yang digunakan biasanya jenis special purpose machine.

Layout dari pabrik disebut dengan product flow layout.

Line

Pada proses line berbeagai produk melalui proses urutan yang sama. Ini dimungkinkan karenaproduk tersebut adalah produk standar dan kerena itu perubahan di luar batas yang telah ditentukan (bisa sangat banyak, misalnya kendaran bermotor) tidak dapat dikerjakan pada line itu sendiri.

Sistem ini mempunyai karakteristik sebagai berikut :

Lead time yang ditetapkan oleh konsumen biasanya lebih pendek daripada waktu total yang dibutuhkan untk menyelesaikan produk tersebut.

Produk mempunyai beberapa pilihan / model.

Jumlah persediaan dari barang-barang sub assembly mencukupi.

Contohnya adalah pabrik perakitan mobil, motor dan lainnya.

Continuous

Dengan proses continous maka bahan mentah diolah melalui tahap-tahap atau operasi yang berurutan dan diperhalus tau diolah menjadi satu produk atau beberapa produk misalnya petrokimia. Pilihan proses didasarkan atas 2 pertimbangan yaitu volume permintaan sangat tinggi dan kedua bahan mentah yang diperlukan mudah dipindahkand ari satu tempat ke tempat yang lain, misalnya cairam, gas dan makanan.

Karakteristiknya adalah :

Manufacturing lead time lebih besar dari lead time yang ditentukan oleh konsumen.

Demand suatu produk dapat di prediksi.

Adanya inventory dari produk.

Volume produksi besar.

Ada beberapa pilihan produk.

Sistem ini selalu menggunakan product flow plant layout dengan production line yang terbatas untuk satu atau beberapa produk yang berbeda.contohnya adalah pabrik karpet nilon, pabrik-pabrik kimia dan lainnya.

Job Shop

Pabrik yang menggunakan job shop untuk membuat produk pesanan yang unik misalnya perkakas khusus. Produk bersifat khas dan pemasok harus memampu menafsirkan rancangan dan sepsifikasi yang ditentukan pemesan dan menggunakan keahlian tertentu unuk membuat produk. Rancangan dan spesifikasi biasanya ditafsirkan oleh para pekerja yang ahli, pengalaman kerja dari pekerja merupakan bagian yang penting dalam proses ini.

Karakteristik dari kategori ini adalah :

* Volume produksi yang rendah biasanya disebut lot size.

* Ukuran produk sangat kecil dibandingkan dengan produk dalam kategori proyek.

* Barang-barang yang akan diproduksi dialirkan melalui mesin-mesin yang berada pada posisi yang tetap.

* Layout dari pabrik disebut dengan job shop / process layout.

* Produk tidak terlalu rumit.

* Memerlukan penjadwalan produksi yang ketat di lantai produksi.

* Bahan baku dibeli jika ada order.

Produk yang unik berarti bahwa produk tersebut tidak akan diperlukan dalam bentuk yang sama persis untuk kedua kalinya atau jika diperlukan yang persis sama, pesanan cenderung datang tidak teratur dalam jangka waktu yang lama antar pesanan yang satu dengan yang berikutnya.

Proyek

Perusahaan yang menghasilkan produk berukuran besar, unik dan rumit biasanya menggunakan cara proyek untuk membuatnya. Proyek biasanya digunakan untuk membuat produk yang rumit dan unik yang membutuhkan masukan yang besar dan harus dikordinasikan agar keinginan pembeli dapat dipenuhi. Masukan biasanya dibawa ketempat produk dibuat karena tidak mungkin memindahkan produk bila telah selesai. Semua kegiatan termasuk fungsi-fungsi pendukung yang perlu, biasanya dikendalikan melalui sistem total selama jangka waktu pekerjaan. Sumber daya disediakan dan dipindahkan ke tempat lain bila tidak diperlukan lagi dalam pekerjaan.

Dengan demikian ada dua pertimbangan untuk memilih proyek sebagai proses yang dianggap tepat. Pertama produk unik, spesifikasi ditentukan pembeli dan kedua produk tidak dapat dipindah-pindahkan kerena terlalu besar dan tidak dapat dipindahkan bila sudah selesai.

Contohnya adalah perusahaan yang membuat gedung perkantoran,. Kapal pesiar, dan pesawat yang besar. Dan juga, karena memproduksi barang-barang yang besar maka layout dari pabrik disebut fixed position, dimana benda kerja letaknya tetap, sedangkan peralatan yang digunakan dibawa ke tempat kerja. Karakteristik tambahan lainnya adalah desain gambar yang rumit, jangka waktu yang panjang, dan penjadwalan produksinya biasanya menggunakan taknik-teknik manajemen proyek.

SISTEM MANUFAKTURING

Manufakturing adalah kumpulan aktivitas-aktivitas yang saling berkaitan mulai dari pracangan produk dan dokumentasinya, pemilihan material, perencanaan, produksi, quality assurance, manajemen dan pemasaran produk. Dalam proses tersebut bahan baku diubah manjadi produk jadi.

KLASIFIKASI MANUFAKTUR

Manufaktur diklasifikasikan dengan menggunakan dua kriteria yaitu :

* Bagaimana barang-barang diproduksi dalam sistem manufaktur.

* Bagaimana memuaskan permintaan konsumen dengan strategi produksi.

Mengidentifikasi pengklasifikasian yang sesuai dengan operasi manufaktur yang spesifik adalah penting didalam Computer Integrated manufaktur (CIM) karena ada beberapa solusi masalah yang diselesaikan dengan tipe spesifik dari sistem manufaktur.

Klasifikasi dari sistem manufaktur membagi operasi produksi ke dalam lima group yaitu :

* Proyek.

* Job shop.

* Repetitif.

* Line.

* Continuous.

Selasa, 08 September 2009

Oracle

Oracle adalah aplikasi database yang pertama kali mengadopsi SQL (structure query language) yang menjadi standar bahasa bagi berbagai DBMS (data base management system) modern.

Saat ini Oracle yang didirikan pada tahun 1977 tersebut sudah mengembangkan banyak sekali alat pengembangan aplikasi (applicaton development tools) yang handal dan fungsional selain aplikasi DBMS-nya.

Berbekal hal-hal tersebut maka Oracle menawarkan berbagai produk dalam bentuk suite package ERP yang didukung dengan layanan konsultansi, pendidikan dan dukungan sistem di hampir setiap negara di dunia.

Hal unik yang ada saat ini adalah fakta bahwa hampir seluruh produk ERP dari kompetitor Oracle ternyata framework basis datanya menggunakan produk DBMS dari Oracle!

Keunggulan utama dari produk ERP hasil pengembangan Oracle adalah fokusnya pada solusi e-business terdepan.

Dengan kemudahan pengelolaannya yang berbasis internet maka Oracle melampui banyak vendor produk ERP standar yang masih berbasis client-server.

Baan

Baan adalah vendor spesialis solusi ERP yang sudah beroperasi lebih di 80 negara dan salah satu pemimpin produk terkemuka di Eropa.

Produk ERP dari Baan dikembangkan dengan konsep arsitektur terbuka yang tentu saja menyebabkan para kliennya dapat melakukan konfigurasi berbagai aplikasi supaya dapat beroperasi bersama dengan sistem internal yang sudah ada.

Keunggulan dari produk ERP-nya adalah best application class, evergreen delivery dan maintenance and workflow modelling module.

Best application class adalah metode yang dikembangkan oleh Baan dimana produk ERP adalah hasil rakitan dari berbagai komponen terbaik di kelasnya.

Komponen aplikasi terbaik di kelasnya tersebut dijamin dengan dukungan diterbitkannya versi terbarunya secara berkelanjutan.

Para pengguna jasa dapat memilih solusi aplikasi software canggih milik Baan yang didukung oleh ratusan mitra pengembang teknologi yang bekerja sama dengannya.

Sehingga para klien dapat secara efektif melakukan penyesuaian fungsi ERP lembaganya dengan memilih solusi-solusi terbaik dari ratusan vendor pendukung sehingga dapat cocok dengan business roles yang ada.

Konsep evergreen delivery memberikan dampak tersedianya berbagai komponen aplikasi canggih baru secara berkelanjutan hasil kesepakatan kerja sama antara Baan dengan para mitra pengembang teknologinya.

Sedangkan dari sisi keunikan produk, Baan memiliki dua modul khusus industri yaitu Baan DEMse dan Baan Maintenance.

Kedua modul khusus tersebut tentunya menyebabkan Baan dapat melayani kebutuhan tertentu bagi para pelanggannya.

Dimana Baan Maintenance adalah modul khusus bagi industri dirgantara dan Baan DEMse adalah modul khusus yang dapat melakukan pemodelan secara grafis untuk memberikan gambaran pengendalian bisnis.

Senin, 07 September 2009

Enterprise Resource Planning (ERP)


Saat ini, bagi anda yang bergelut di dunia IT kata/huruf “ERP” sudah pernah anda dengar bahkan sudah tidak asing di telinga anda. Saat ini penulis akan membahas sekilas tentang ERP.
Enterprise Resources Planning (ERP) adalah sistem aplikasi yang mendukung perencanaan dan kontrol operasional sehari-hari yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya perusahaan seperti : dana , bahan baku, manusia, dll

Sejarah munculnya ERP
· Dimulai dari konsep manufaktur 25-30 tahun yang lalu, yang memperkenalkan mekanisme untuk menghitung material yang dibutuhkan, kapan diperlukan dan berapa banyak. Konsep ini dikenal dengan nama MRP (Material Requirement Planning)
· MRP berevolusi menjadi MRP II (Manufacturing Resource Planning) yang melingkupi faktor tambahan seperti perencanaan jangka panjang, master scheduling, rough cut capacity planning dan shoop floor control . MRP II ini sudah memasukan unsur pengawasan dan pelaporan
· Setelah MRP II, perusahaan menyadari bahwa banyak hal harus dipadukan antara lain keuangan, peramalan, sales order, analisa sales, distribusi, quality control, dan sistem pelaporan dan monitor yang lebih lanjut
· Sistem Informasi Terpadu ini disebut ERP (Enterprise Resource Planning)

Software ERP yg ada?
· SAP
· JDE
· BAAN
· Oracle
· Compiere => ERP Open Source

Contoh Modul Yang ada Dalam ERP
Financial System
· General Accounting, Financial Accounting, Controlling, Investment Management, Treasury, Enterprise Controlling,
Operation System
· General Logistics, Sales and Distribution, Materials Management, Logistics Execution, Quality Management, Plant Maintenance, Customer Service, Production Planning and Control, Project System, Environment Management
Human Resources System
· Personnel Management, Personnel Time Management, Payroll, Training and Event Management, Organizational Management, Travel Management,

Apa yang ditawarkan ERP?
Integrasi data keuangan
Untuk mengintegrasikan data keuangan sehingga top management bisa melihat dan mengontrol kinerja keuangan perusahaan dengan lebih baik
Standarisasi Proses Operasi
Menstandarkan proses operasi melalui implementasi best practice sehingga terjadi peningkatan produktivitas, penurunan inefisiensi dan peningkatan kualitas produk
Standarisasi Data dan Informasi
Menstandarkan data dan informasi melalui keseragaman pelaporan, terutama untuk perusahaan besar yang biasanya terdiri dari banyak business unit dengan jumlah dan jenis bisnis yg berbeda-beda
Keuntungan yg bisa diukur
· Penurunan inventori
· Penurunan tenaga kerja secara total
· Peningkatan service level
· Peningkatan kontrol keuangan
· Penurunan waktu yang di butuhkan untuk mendapatkan informasi
Panduan Memilih ERP
Perhatikan!
· Investasi ERP sangat mahal dan pilihan ERP yang salah bisa menjadi mimpi buruk
· ERP yang berhasil digunakan oleh sebuah perusahaan tidak menjadi jaminan berhasil di perusahaan yang lain
· Perencanaan harus dilakukan untuk menyeleksi ERP yg tepat
· Bahkan dalam beberapa kasus yang ekstrim, evaluasi pilihan ERP menghasilkan rekomendasi untuk tidak membeli ERP, tetapi memperbaiki Business Process yang ada
· Tidak ada ‘keajaiban’ dalam ERP software. Keuntungan yang didapat dari ERP adalah hasil dari persiapan dan implementasi yang efektif
· Tidak ada software atau sistem informasi yang bisa menutupi business strategy yang cacat dan business process yang ‘parah’
Secara singkat, tidak semua ERP sama kemampuannya dan memilih ERP tidaklah mudah (paling tidak, tidaklah sederhana), dan memilih ERP yang salah akan menjadi bencana yang mahal.

Syarat Sukses Memilih ERP

Knowledge & Experience
· Knowledge adalah pengetahuan tentang bagaimana cara sebuah proses seharusnya dilakukan, jika segala sesuatunya berjalan lancar
· Experience adalah pemahaman terhadap kenyataan tentang bagaimana sebuah proses seharusnya dikerjakan dengan kemungkinan munculnya permasalahan
· Knowledge tanpa experience menyebabkan orang membuat perencanaan yang terlihat sempurna tetapi kemudian terbukti tidak bisa diimplementasikan
· Experience tanpa knowledge bisa menyebabkan terulangnya atau terakumulasinya kesalahan dan kekeliruan karena tidak dibekali dengan pemahaman yg cukup

Selection Methodology
Metodologi
· Ada struktur proses seleksi yang sebaiknya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam memilih ERP
· Proses seleksi tidak harus selalu rumit agar efektif. Yang penting organized, focused dan simple
· Proses seleksi ini biasanya berkisar antara 5-6 bulan sejak dimulai hingga penandatanganan order pembelian ERP
· Berikut ini adalah akivitas yg sebaiknya dilakukan sebagai bagian dari proses pemilihan software ERP: analisa strategi bisnis, analisa sumber daya manusia, analisa infrastruktur dan analisa software

Analisa Business Strategy

· Bagaimana level kompetisi di pasar dan apa harapan dari customers?
· Adakah keuntungan kompetitif yang ingin dicapai?
· Apa strategi bisnis perusahaan dan objectives yang ingin dicapai?
· Bagaimana proses bisnis yang sekarang berjalan vs proses bisnis yang diinginkan?
· Adakah proses bisnis yang harus diperbaiki?
· Apa dan bagaimana prioritas bisnis yang ada dan adakah rencana kerja yang disusun untuk mencapai objektif dan prioritas tersebut?
· Target bisnis seperti apa yang harus dicapai dan kapan?

Analisa People

· Bagaimana komitment top management thd usaha untuk implementasi ERP?
· Siapa yg akan mengimplementasikan ERP dan siapa yg akan menggunakannya?
· Bagaimana komitmen dari tim implementasi?
· Apa yg diharapkan para calon user thd ERP?
· Adakah ERP champion yg menghubungkan top management dgn tim?
· Adakah konsultan dari luar yg disiapkan untuk membantu proses persiapan?

Analisa Infrastruktur
· Bagaimanakah kelengkapan infrastruktur yang sudah ada (overall networks, permanent office systems, communication system dan auxiliary system)
· Seberapa besar budget untuk infrastruktur?
· Apa infrastruktur yang harus disiapkan?
Analisa Software
· Apakah software tsb cukup fleksibel dan mudah disesuaikan dengan kondisi perusahaan?
· Apakah ada dukungan service dari supplier, tidak hanya secara teknis tapi juga untuk kebutuhan pengembangan sistem di kemudian hari
· Seberapa banyak waktu untuk implementasi yg tersedia
· Apakah software memiliki fungsi yang bisa meningkatkan proses bisnis perusahaan

Implementasi ERP

Berikut ini adalah ringkasan poin-poin yg bisa digunakan sebagai pedoman pada saat implementasi ERP:
· ERP adalah bagian dari infrastruktur perusahaan, dan sangat penting untuk kelangsungan hidup perusahaan. Semua orang dan bagian yang akan terpengaruh oleh adanya ERP harus terlibat dan memberikan dukungan
· ERP ada untuk mendukung fungsi bisnis dan meningkatkan produktivitas, bukan sebaliknya. Tujuan implementasi ERP adalah untuk meningkatkan daya saing perusahaan
· Pelajari kesuksesan dan kegagalan implementasi ERP, jangan berusaha membuat sendiri praktek implementasi ERP. Ada metodologi tertentu untuk implementasi ERP yang lebih terjamin keberhasilannya

Gagalnya ERP
· Waktu dan biaya implementasi yang melebihi anggaran
· Pre-implementation tidak dilakukan dengan baik
· Strategi operasi tidak sejalan dengan business process design dan pengembangannya
· Orang-orang tidak disiapkan untuk menerima dan beroperasi dengan sistem yang baru


Tanda-tanda kegagalan ERP

Kegagalan ERP biasanya ditandai oleh adanya hal-hal sebagai berikut:
· Kurangnya komitmen top management
· Kurangnya pendefinisian kebutuhan perusahaan (analisa strategi bisnis)
· Cacatnya proses seleksi software (tidak lengkap atau terburu-buru memutuskan)
· Kurangnya sumber daya (manusia, infrastruktur dan modal)
· Kurangnya ‘buy in’ sehingga muncul resistensi untuk berubah dari para karyawan
· Kesalahan penghitungan waktu implementasi
· Tidak cocoknya software dgn business process
· Kurangnya training dan pembelajaran
· Cacatnya project design & management
· Kurangnya komunikasi
· Saran penghematan yang menyesatkan
Semoga Sekelumit Informasi ini bisa membantu Rekan – rekan yang membacanya dengan senang dan pikiran tenang..